Perbedaan hukum membaca Doa Qunut menurut 4 Madzhab, Simak!

Doa Tobat dari Perbuatan Dosa, Ayat, Latin dan Terjemahannya

Doa qunut merupakan salah satu doa yang sering menjadi perdebatan diantara umat Islam, khususnya di Indonesia. Namun sekarang perdebatan itu sudah mulai pudar karena memiliki titik terang.

Doa Qunut Menurut Pendapat Imam Syafi’I dan Maliki

Hukum qunut sendiri adalah sunnah menurut penganut mazhab Syafi’I dan Maliki. Imam Syafi’I sendiri pernah menyebutkan sunah yang menunjukkan bahwa doa qunut subuh saat I’tidal adalah sunnah.

Dalil tersebut dikatakan imam Syafi’I berdasarkan hadits Rasulullah SAW, yang diriwayatkan Abu Hurairah, Rasulullah SAW bersabda :

Dari Abu Hurairah RA berkata : Adalah Rasulullah SAW apabila Beliau mengangkat kepala dari ruku’ shalat subuh pada raka’at kedua beliau SAW mengangkat kedua tangannya lalu berdo’a : Allahummahdinii fiiman Hadait … dst. ( HR. Al Hakim dan beliau meshahihkannya)

Berdasarkan dalil tersebutlah imam Syafi’i dan imam Maliki mengatakan bahwa qunut subuh merupakan sunnah, namun tentunya para ulama besar tidak memutuskan suatu hal hanya dengan satu perspektif saja melainkan diliat dari sudut pandang yang bervariasi. Terdapat dalil berikutnya yang mengatakan bahwa qunut subuh merupakan sunnah, sebagai berikut :

Dari Anas Ibn Malik RA beliau mengatakan bahwa Rasulullah SAW  melaksanakan qunut  ketika shalat subuh sampai Beliau SAW meninggal dunia.

( HR. Ahmad, Abdur razak, Daruqutniy dan Ishak Ibn Ruhawaih).

Nah berdasarkan dalil-dalil diatas kedua imam madzhab yaitu Syafi’I dan Maliki mengatakan bahwa qunut subuh adalah sunnah. Hal itulah yang membuat umat muslim di Indonesia membaca qunut ketika sholat Subuh sebab mereka mengikuti pendapat kedua imam mazhab tersebut.

Doa Qunut Menurut Pandangan Imam Hanbali dan Hanafi

Melihat dari sudut pandang dua mazhab lain yakni, imam Hanbali dan Hanafi yang mengatakan bahwa qunut subuh bukanlah suatu hal yang dianjurkan saat melakukan shalat Subuh. Tentunya kedua imam mazhab juga tidak sembarangan dalam menentukan suatu hukum, melainkan menentukan berdasarkan dalil-dalil yang ada sebagai berikut:

Terjemah : dari Anas rodhiyallohu ‘anhu bahwa nabi Muhammad saw membaca doa qunut selama satu bulan setelah bangun dari ruku’ untuk mendoakan suatu kaum, kemudian beliau meninggalkannya. (HR. Bukhori Muslim).

Itulah salah satu dalil yang mengatakan bahwa doa qunut bukanlah suatu hal yang dinurkan, tentu ada dalil lain yang memperkuat bahwa doa qunut bukanlah sunnah, sebagai berikut:

Terjemah : dari Abu Hurairah rodhiyallohu anhu bahwa Nabi Muhammad saw membaca doa qunut setelah ruku’ selama sebulan untuk mendoakan si fulan dan fulan, kemudian beliau meninggalkan doa tersebut. (HR.Bukhori Muslim).

Nah itulah hukum doa qunut berdasarkan pendapat 4 mazhab, adapun dalil lainnya yang mengatakan bahwa doa qunut merupakan sunnah,  bisa kalian ambil untuk menambah wawasan seputar doa qunut sebagai berikut :

Imam Nawawi di dalam kitab Al-Majmu’ Syarh Al-Muhadzdzab Al-Imam An-Nawawi mengatakan bahwa Qunut shubuh itu hukumnya sunnah. Hal itu merupakan pendapat sahabat Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali Rodhiyallohu ‘anhum, yakni:

Madzhab para ulama dalam penentuan hukum qunut shubuh. Dalam madzhab kami qunut shubuh itu disunnahkan. Baik ketika ada nazilah ataupun tidak terjadi nazilah. Dan ini adalah pendapat sahabat Abu bakr, Umar, Utsman, Ali, ibnu abbas dan Al-Barro’ bin azib Rodhiyallohu ‘anhum. Hal ini diriwayatkan oleh Al-Baihaqi dengan sanad yang shohih. Para tabiin juga berpendapat demikian. Dan ini juga pendapat ibnu abi laila, al-hasan bin sholih dan dawud. Sedangkan Abdulloh ibnu mas’ud, Abu Hanifah, Sufyan Ats-tsauri dan Ahmad bi Hanbal mengatakan bahwa tidak ada qunut dalam sholat shubuh.

Nah itulah informasi yang dapat kami sampaikan seputar hukum doa qunut menurut pendapat 4 mazhab. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

sixteen + five =

Related Post