Berbagai Doa Minta Turun Hujan

doa turun hujan

Seperti yang sudah kita ketahui, bahwa Indonesia merupakan Negara beriklim tropis yang memiliki dua musim, yakni musim kemarau dan musim hujan. Saat musim kemarau tiba, biasanya cuacanya akan sedikit lembab yang disertai dengan panas terik. Lain halnya saat musim hujan tiba, dimana cuaca menjadi sedikit lebih dingin dengan potensi hujan yang hampir selalu terjadi di setiap harinya. 

Pada dasarnya, hujan itu sendiri bisa dibilang sebagai proses kendensasi uap air di atmosfer menjadi butir air yang cukup berat untuk jatuh dan biasanya akan jatuh ke permukaan bumi. Hujan tersebut tidak terjadi secara serta-merta, karena merupakan bentuk dari proses presipitasi yang menjadi bagian dalam siklus hidrologi. Di Negara kita setidaknya ada tiga jenis hujan, yakni hujan frontal, hujan orografis, dan hujan zenith. 

Pengertian Hujan Frontal

Hujan frontal akan terjadi ketika angin musim panas yang membawa uap air bertemu dengan udara yang bersuhu rendah. Ya, pertemuan tersebut terjadi pada area front, yakni tempat yang memudahkan proses kondensasi serta pembentukan awan. 

Pengertian Hujan Orografis

Berbeda dengan hujan orografis, yang pada umumnya terjadi di daerah-daerah pegunungan atau dataran tinggi. Jenis hujan yang satu ini terbentuk akibat adanya uap air yang terbawa ke wilayah pegunungan, dan kemudian bertemu dengan udara bersuhu rendah. Akibatnya, terjadilah pengembunan dan membentuk awan. 

Pengertian Hujan Zenith

Jenis hujan yang terakhir ini lebih dikenal sebagai hujan konveksi, yang umumnya terjadi di daerah garis khatulistiwa. Hujan tersebut dapat terjadi ketika angin pasat timur laut bertemu dengan angin pasat tenggara, sehingga terbentuk gumpalan yang kemudian naik karena panas matahari. Alhasil, suhu disekitar gumpalan tadi akan turun dan massa awan menjadi bertambah. 

Nah, ngomong-ngomong soal hujan, secara kebetulan juga pada kesempatan kali ini akan membahas seputar doa minta turun hujan yang pernah dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW. Maka dari itu, simaklah baik-baik ulasan dibawah ini. 

Doa Nabi Muhammad Meminta Turun Hujan Menjadi Berkah

Pernah terjadi kemarau yang cukup panjang di Kota Madinah pada masa Rasulullah SAW, sehingga beberapa sahabat meminta beliau untuk berdoa kepada Allah SWT agar menurunkan hujan dari langit. Kemudian Rasulullah SAW segera berdoa kepada Allah SWT untuk menurunkan hujan, tak lama kemudian awan menghitam menyelimuti kota Madinah dan turunlah hujan cukup lebat selama beberapa hari. 

Namun, kota Madinah dilanda bencana banjir sehingga membuat gagal panen dan banyak masyarakatnya yang kehilangan harta benda akibat hujan deras yang terus-menerus. Lalu para sahabat kembali meminta Rasulullah SAW untuk berdoa lagi agar hujannya mereda. Setelah Rasulullah berdoa, awan hitam yang menyelimuti kota Madinah perlahan mulai menyingkir dan hujan mereda secara bertahap. Adapun mengenai doa turun hujan yang pernah dicontohkan oleh Rasulullah SAW seperti berikut.

  • “Allahumma hawalayna wa la ‘alaina”

Artinya : “Ya Allah, turunkanlah hujan di sekeliling kami, bukan (azab) atas kami”.

  • “Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa, allahumma ‘alal aakaami wadh dhiroobi, wa buthuunil audiyati, wa manaabitisy syajarati”.

Artinya : “Ya Allah berilah hujan di sekitar kami, jangan kepada kami. Ya Allah berilah hujan ke dataran tinggi, beberapa anak bukit, perut lembah dan beberapa tanah yang menumbuhkan pepohonan”.

  • “Allahummasqina ghaitsan mughitsan mariam mari’a, nafi’an ghaira diarrin, ‘ajilan ghaira aijilin”

Artinya : “Ya Allah, turunkanlah hujan kepada kami, hujan yang merata, mengairi, menyuburkan, bermanfaat tanpa mencelakakan, segera tanpa ditunda”.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

nineteen − 9 =

Related Post